Cara Mengatasi Ban Tubeless Bocor Halus

12 Juni 2021
Cara Mengatasi Ban Tubeless Bocor Halus

Cara mengatasi ban tubeless bocor halus sebetulnya cukup mudah. Rekan-rekan tak perlu buru-buru ke bengkel untuk melakukan perbaikan. Asalkan ada kemampuan, waktu, dan perlengkapan mekanik yang lengkap, kondisi ban mobil bocor halus dapat diatasi sendiri.

Cara Mengatasi Ban Tubeless Bocor Halus

Penyebab Ban Tubeless Bocor Halus

Dari berbagai jenis ban, tipe ban tubeless lebih kuat dan tahan kebocoran dibandingkan dengan tubetype. Tetapi, bukan berarti ban tubeless bisa terbebas dari resiko bocor halus.

Ban tipe ini bisa saja berpotensi mengalami kebocoran halus. Apabila kondisinya sudah aus, terdapat masalah di bagian pentil ban, dan masalah sambungan ban dengan velg. Sebelumnya mari kita simak telrebih dulu penyebab kebocoran pada ban.

1. Ban Sudah Aus

Type Ban tubeless yang sering mengalami kebocoran kemungkinan karena keadaannya telah aus dan usang. Ban yang telah lama digunakan, apalagi untuk menempuh medan yang landai, maka akan berisiko tinggi mengalami aus lebih cepat yang disebabkan gesekan dengan benda halus.

Jadi, saat ban mobil sudah mulai mengalami kebocoran halus, coba diingat-ingat lama waktu komponen tersebut telah digunakan. Kemungkinan hal tersebut memang karena ban telah waktunya ganti dengan yang baru.

2. Kebocoran Pada Pentil Ban

Penyebab bocor halus biasanya masalah dari komponen di dalamnya. Faktor internal ini dapat berasal dari pentil ban yang bocor karena kendor.

Pentil ban merupakan jalan masuknya tekanan angin, maka jika kendor, maka lama-kelamaan bsa berakibat ban tubeless akan kempes dan udara di dalamnya habis.

3. Kebocoran Pada Sambungan Ban Dan Velg

Faktor lain penyebab kebocoran halus yakni sambungan antara velg dengan ban. Sambungan ini kemungkinan kurang rapat dan perlu direkatkan kembali dengan lem, atau penyok yang disebabkan benturan dengan benda-benda keras di jalan.

Rekan-rekan harus cek dulu bagian velg dengan ban untuk memastikan sumber masalahnya.

Cara Mengatasi Ban Tubeless Bocor Halus

Setelah mengetahui apa saja penyebabnya, sekarang rekan-rekan siap untuk memulai cara mengatasi ban tubeless bocor halus. Berikut tutorialnya

1. Mencari Kebocoran Dengan Air Sabun

Langkah pertama yang dilakukan yaitu mencari sumber kebocoran. Rekan-rekan bisa memutar area permukaan ban untuk menemukannya. Apabila tidak ketemu, maka bisa menggunakan bantuan air sabun. Pompa dulu ban hingga penuh, kemudian putar perlahan sambil disiram air sabun sembari menggosok-gosok permukaan ban. Apabila muncul gelembung udara, maka disitulah sumber kebocoran ban.

2. Menandai Area Bocor

Seusai area kebocoran ditemukan, maka jangan lupa untuk menandainya. Sobat dapat menusukkan sapu lidi pada permukaan yang bocor. Tenang saja, hal tersebut tidak akan merusak ban. Sesudah memasang penanda, silakan cuci bersih ban mobil tersebut. Lalu lap hingga kering.

3. Tambal Dengan Metode Ban Cacing

Anda dapat melakukan penambalan lubang dengan metode ban cacing. Cara ini dimulai dengan melebarkan lubang yang bocor dengan alat yang mirip pengait. Selanjutnya karet penambal atau string tubeless dimasukkan ke dalamnya.

Harga string tubeless termasuk terjangkau dan terhitung tahan lama karena dapat dipakai dalam jangka waktu 4-6 bulan. Oleh sebab itu, jadikan tambal dengan metode ban cacing sebagai alternatif saja.

Apabila telah mengalami kebocoran dan ditambal menggunakan metode ini, maka jangan menunggu waktu lama lagi untuk membawa ban tersebut ke bengkel yang tepat.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan, pertanyaan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

 

Referensi :
https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/cara-mengatasi-ban-tubeless-bocor-halus
Car photo created by standret - www.freepik.com

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to Top