Ternyata Penemu Kulkas (Lemari Es) Adalah

12 Oktober 2019
penemu kulkas atau lemari es

Ternyata Penemu Kulkas (Lemari Es) Adalah. Kulkas atau lemari pendingin adalah salah satu alat rumah tangga yang banyak digunakan dan berfungsi untuk mendinginkan makanan atau minuman dan sangat membantu dalam proses pengawetan makanan. Lemari es atau kulkas banyak dimanfaatkan di rumah-rumah, swalayan, farmasi, industri kecil dan besar serta rumah sakit untuk kegiatan pengawetan.

Dahulu sebelum ditemukannya kulkas, orang membawa makanan mereka ke pinggir danau yang bersalju lalu menyimpannya disana untuk mengawetkannya. Dan hal tersebut menjadi sesuatu yang lazim dilakukan oleh masyarakat tempo dulu.

Selain itu berbagai upaya juga digunakan oleh orang-orang waktu itu untuk mengawetkan makanan. Baik dengan melalui pengasinan, pengasapan, dan pengeringan namun cara-cara tersebut masih terdapat beberapa kekurangan.

Dan yang jadi pertanyaan siapa ya orang sebagai penemu dari kulkas tersebut. Apakah baru saja ditemukan pada abad ke -20 atau sudah sejak lama kulkas ada. Untuk menjawab pertanyaan tersebut silakan simak uraian kami berikut ini tentang penemu kulkas.

Penemu Kulkas (Lemari Es) Mulai Abad Ke 11

Kemudian di abad ke 11, seorang ilmuwan muslim dari Iran yang bernama Ibnu Sina menemukan sebuah kumparan pendingin yang mengkondensasi uap beraroma menjadi cairan. Teknologi penyulingan tersebut menghasilkan minyak esensial ditulis oleh Ibnu Sina dalam bukunya.

Kemudian seorang ilmuwan Skolandia yang bernama William Cullen dari Glasgow University mengembangkan sebuah mesin pendingin sederhana pada tahun 1784.

William Cullen adalah seorang ahli kimia, fisika dan juga ahli di bidang kedokteran. Dia menyadari bahwa makanan yang di dinginkan akan mengurangi pertumbuhan bakteri. Dari hasil penelitiannya ia menemukan bahwa bakteri tidak bisa berkembang dengan baik dalam media dingin. William Cullen lantas menggunakan pompa untuk membuat vakum parsial diatas sebuah wadah dietil eter, yang selanjutnya dipanaskan, dan menyerap panas dari lingkungan.

Adanya tekanan uap dari proses tersebut maka berhasil tercipta sejumlah kecil es. Akan tetapi hal tersebut belum dikomersialkan atau dipatenkan oleh William Cullen. Alat tersebut menjadi cikal bakal dari penemuan kulkas.

Selanjutkan teknologi pendinginan dikembangkan lebih lanjut oleh Jacob Perkins yang berasal dari Amerika yang juga bekerja sebagai pengrajin emas. Jacob Perkins lantas mengumpulkan sejumlah penelitian terkait lemari pendingin atau kulkas.

Lemari es buatan Jacob Perkins terinspirasi oleh catatan William Cullen. Perkins memanfaatkan eter dan tekanan uap air dalam membekukan air dan hasilnya ia berhasil membekukan air tersebut. Kulkas temuan Jacob Perkins kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan jerman bernama yang Karl Von Linden.

Namun dalam metodenya, ia menggunakan bahan kimia seperti sulfur dioksida, amonia, dan klorida metil sebagai media untuk membekukan air. Walaupun lemari es buatan Karl Von Linden terlihat lebih praktis namun komposisi bahan kimia yang digunakan dalam membekukan bahan makanan dan minuman tidak aman dan sering terjadi kecelakanaan. Lemari es atau Kulkas buatan Karl Von Linden telah berhasil ia patenkan.

Pemasaran Lemari Es Oleh Electrolux

Sistem pendingin atau yang dikenal dengan nama kulkas, baru benar-benar dipakai pada tahun 1922. Ketika 2 orang mahasiswa Royal Institute of Technology di Stockholm yang bernama Batlzar von Platen dan Carl Munters telah berhasil menciptakannya. Kemudian mulai dipasarkan oleh perusahaan yang bernama Electrolux. Namun kulkas kala itu belum terbuat dari besi, melainkan terbuat dari kotak kayu yang dilengkapi dengan compressor. Sehingga belum maksimal apabila menyimpan es terlalu lama.

Frigidaire pada tahun 1923 memperkenalkan kulkas yang lebih kokoh. Berbentuk lemari yang terbuat dari besi dengan berlapis porselen. Dari alat ciptaan Frigidaire inilah es bisa diciptakan sekaligus disimpan agar tetap beku. Ketika pertama kali diciptakan fungsi dari kulkas adalah sebagai alat untuk menghasilkan dan menyimpan es.

Produksi kulkas pada tahun 1927 terus meningkat di seluruh dunia. Namun kulkas yang diproduksi saat itu bahan utamanya menggunakan zat belerang dioksida, sehingga bisa mengganggu kesehatan mata. Untuk mengatasi efek buruk bagi kesehatan maka bahan pendingin yang digunakan dalam kulkas diganti menjadi zat Freon yang lebih aman bagi manusia.

Penyempurnaan Kulkas Sebagai Alat Menyimpan Makanan

Kulkas semakin disempurnakan dengan adanya penambahan alat untuk mengawetkan makanan di dalamnya, yaitu freezer. Memasuki tahun 1950 kulkas sudah mulai dimanfaatkan sebagai alat untuk menyimpan buah-buahan, sayur-sayuran, ikan, dan daging, supaya tetap awet dan segar selama beberapa waktu.

Semakin berkembangnya kulkas maka lambat laut menjadi suatu alat untuk kebutuhan pokok manusia. Dan sampai saat ini manusia masih bergantung pada alat ini agar mempermudah segala kegiatannya.

Dari masa ke masa Kulkas atau lemari es terus menerus dikembangkan sampai saat ini. Adapun Kulkas sekarang ini banyak menggunakan bahan freon sebagai media pendinginnya yang ternyata diketahui tidak ramah lingkungan dan bisa merusak lapisan ozon di bumi. Selanjutnya teknologi kulkas berganti menggunakan Hydro Fluoro Carbon (HFC) yang diklaim lebih ramah lingkungan.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar/review.

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to Top