Metode Hisab Dan Rukyat Penentuan Hilal

27 Mei 2019
Metode Hisab dan Rukyat

Mengenal Metode Hisab Dan Rukyat. Di indonesia, ada 2 metode yang terkenal atau cukup masyhur dan sering kita dengar saat penentuan waktu awal puasa dan penentuan waktu hari raya bagi umat islam yaitu Metode Hisab Dan Rukyat. 

Bagi yang mungkin belum mengetahui istilah tersebut maka disini kami akan menyampaikan tentang Metode Hisab Dan Rukyat.

Metode Hisab

Hisab secara harfiah berarti perhitungan. Mungkin Metode Hisab bisa diartikan yaitu perhitungan dengan cara matematis & astronomis guna menentukan posisi bulan dalam rangka untuk menetapkan dimulainya awal bulan pada sistem kalender Hijriyah.

Dalam Islam istilah hisab pada umumnya digunakan di dalam ilmu falak/astronomi guna memperkirakan posisi bulan dan matahari terhadap bumi. Posisi Matahari adalah posisi penting disebabkan matahri menjadi patokan umat Islam di dalam menentukan masuknya waktu salat.

Astronom muslim ternama yang sudah mengembangkan metode hisab modern yaitu Al Khawarizmi, Ibnu Tariq, Al Biruni (973-1048 M), Al Batani, dan Habash.

Sedangkan posisi bulan berfungsi untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda bahwa sudah masuknya periode bulan baru di dalam kalender Hijriyah.

Hal ini sangat penting terutama untuk penentuan awal Ramadhan ketika muslim mulai berpuasa, awal Syawal/Idul Fithri, serta awal Dzulhijjah ketika jamaah haji wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Metode  Rukyat

Rukyat yaitu aktivitas dalam mengamati visibilitas hilal. Yakni penampakan bulan sabit yang terlihat pertama kali sesudah terjadinya ijtimak atau konjungsi. Metode  Rukyat bisa dilakukan dengan mata telanjang ataupun dengan bantuan alat seperti teleskop.

Rukyat dilakukan sesudah Matahari terbenam. Hilal hanya akan terlihat setelah Matahari terbenam atau waktu maghrib. dikarenakan intensitas cahaya dari hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari. Dan juga hilal ukurannya sangat tipis.

Jika hilal sudah terlihat, maka pada petang/maghrib waktu setempat sudah memasuki bulan/kalender baru Hijriyah. Namun jika hilal belum terlihat maka awal bulan akan ditetapkan mulai maghrib di hari berikutnya.

Dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali dengan sejak dari terbenamnya matahari waktu setempat, bukan ketika tengah malam. Sedangkan penentuan awal bulan/kalender tergantung dari penampakan/visibilitas bulan. Oleh sebab itu, maka satu bulan kalender Hijriyah bisa berumur 29 atau 30 hari.

Rukyat Global yakni suatu kriteria dalam penentuan awal bulan/kalender Hijriyah yang mempunyai prinsip yaitu apabila satu penduduk di suatu negeri sudah melihat hilal, maka penduduk di seluruh negeri berpuasa meskipun negeri lain mungkin belum melihat hilal. Prinsip seperti ini salah satunya dipakai oleh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar/review.

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to Top